Macam Macam Tips Trik

Macam Macam Tips Trik

Popular Posts

Blog Archive

Popular



Display Pagerank smadav antivirus indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik
eXTReMe Tracker

Sabtu, 14 April 2012

Tocilizumab sebagai Obat Baru Artritis Rematoid

Artritis rematoid (rheumatoid arthritis) belum banyak dikenal masyarakat luas. Padahal, jumlah penderitanya cenderung meningkat.

Artritis rematoid adalah salah satu jenis penyakit radang sendi yang membuat kualitas hidup penderita menurun, bahkan menyebabkan cacat.

Artritis rematoid termasuk penyakit autoimun yang menyerang persendian tulang. Penyakit autoimun terjadi adanya kegagalan antibodi untuk mengenali sel tubuhnya sendiri dan merusaknya karena dianggap sebagai benda asing.

Penyebab pasti dari artritis rematoid sampai saat ini belum diketahui dan disembuhkan. Namun kini diketahui bahwa penghancuran sendi pada pasien artritis rematoid terjadi awal mulainya penyakit.

Dampak artritis rematoid sangat besar. Tidak hanya menyebabkan masalah fisik, tetapi juga dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas hidup.

Ada beberapa jenis penanganan untuk pasien artritis rematoid. Beberapa hanya menangani tanda dan gejalanya, yang lain bertujuan memodifikasi perjalanan penyakit dan dampak negatif dari efek sistemik artritis rematoid seperti kelelahan dan anemia.

Obat-obatan artritis rematoid saat ini terbagi dalam dua jenis. Untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi, serta obat untuk memperlambat proses penyakit.

Sementara itu, obat untuk memperlambat proses penyakit atau golongan DMARD (disease modifying arthritis rheumatoid drug) dapat memodifikasi penyakit dan mengurangi gejala, sekaligus menghambat laju kerusakan sendi.

Terapi terbaru dengan tocilizumab. Obat biologik ini berbentuk cairan yang akan diinfuskan ke pasien.

Jika pengobatan sebelumnya memberikan dampak lelah, demam, anemia, dan keropos tulang, tocilizumab bekerja dengan cara berbeda dan membuat pasien lebih nyaman dan efektif. Tocilizumab bekerja menghambat protein Inter Leukin-6 (IL-6) yang berlebihan dalam tubuh.

Meningkatnya kadar IL-6 disebabkan adanya saraf yang salah dan belum diketahui penyebab yang pasti. Tetapi diketahui kadar IL-6 yang berlebihan mencegah penyerapan zat besi dari makanan dan pelepasan zat besi dari simpanan di makrofag. Peningkatan konsentrasi IL-6 juga berhubungan dengan kelelahan.

Dengan penghambatan reseptor IL-6, tocilizumab memiliki efek yang cepat, poten, dan komprehensif dalam terapi artritis rematoid dengan efikasi dan tingkat remisi tinggi yang konsisten, monoterapi yang unik, dan superior dibanding dengan pengobatan sebelumnya.

Tocilizumab telah melalui studi klinis dan siap beredar di Indonesia.

"Efikasi dan profil keamanan unik tocilizumab telah terbukti melalui serangkaian penelitian di tingkat global dengan melibatkan 4.211 pasien artritis rematoid dewasa di 725 pusat studi di berbagai belahan dunia dalam studi klinis fase III. Studi klinis yang dimaksud, yaitu dua studi klinis fase II, lima studi klinis fase III, dua studi klinis tambahan label terbuka di 41 negara dengan distribusi demografis yang seimbang, keterlibatan pasien artritis rematoid dengan latarbelakang biologis dan klinis yang bervariasi dalam studi klinis," tutur Head of Medical Management Roche Indonesia dr Arya Wibitomo dalam seminar bertema "Tocilizumab, Inovasi yang Mampu Mengubah Hidup Pasien Artritis Rematoid Kini Tersedia di Indonesia" di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (13/4/2012)

Sumber: okezone.com

2 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan. Dilarang membuat SPAM atau komentar anda akan dihapus. Terima Kasih Teman..

Followers

Recent Posts

Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Download

About Me

Foto saya

Hobby: Blogging, Social Networking