Macam Macam Tips Trik

Macam Macam Tips Trik

Popular Posts

Blog Archive

Popular



Display Pagerank smadav antivirus indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik
eXTReMe Tracker
Para pembaca rahimakumullah, semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala memudahkan kita semua dalam melaksanakan semua perintah-perintah-Nya, termasuk dalam menunaikan ibadah puasa Ramadhan tahun ini.
Bulan Ramadhan adalah suatu kesempatan emas bagi kaum muslimin untuk meraih berbagai pahala, karena di bulan Ramadhan banyak ibadah yang bisa dilaksanakan disamping ibadah puasa itu sendiri.
Di sisi lain, di bulan Ramadhan kaum muslimin diberi kemudahan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’alauntuk melaksanakan berbagai ibadah, karena para setan pada bulan ini dibelenggu, terkhusus setan yang sangat durhaka. Sehingga nampak semarak berbagai kebaikan, dan sebaliknya kejelekan berkurang. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila Ramadhan telah tiba, maka dibukalah pintu-pintu Al Jannah (surga), dan ditutup pintu-pintu An Nar (neraka), serta para setan dibelenggu.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda:
“Telah datang kepada kalian Ramadhan yaitu bulan yang diberkahi, pada bulan tersebut Allah mewajibkan atas kalian puasa, pada bulan tersebut dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka Jahannam serta dibelenggu para setan yang durhaka, di bulan itu juga Allah mempunyai satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya maka telah diharamkan (kebaikan baginya).” (HR. An Nasa’i)
Amalan-amalan ibadah di bulan Ramadhan
Banyak ibadah yang diperintahkan atau dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan. Di antara ibadah-ibadah tersebut adalah:
1. Shaum (puasa)
Puasa adalah salah satu rukun dari rukun-rukun Islam. Sehingga tidak sepatutnya seorang muslim melalaikan apalagi meninggalkannya.
Puasa juga mengandung sekian keutamaan bagi siapa yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Dia juga memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya.
Di antara keutamaan puasa adalah:
a. Sebagai sebab diampuninya dosa yang telah lalu
Hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
b. Shaum (puasa) membentengi pelakunya dari An Nar (Neraka)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya Shiyam (puasa) sebagai benteng, dengannya seorang hamba dapat membentengi dirinya dari An Nar (neraka). Dia (puasa itu) untukku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Ahmad no. 14727)
c. Shaum mengantarkan (pelakunya) ke dalam Al Jannah (Surga)
Shahabat Abu Umamah radliyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dengan amalan tersebut aku bisa masuk Al Jannah (surga)!” Beliau ` bersabda: “Wajib bagimu untuk berpuasa, (karena) tidak ada yang sebanding dengannya.” (HR. An Nasa`i, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
d. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala tanpa hisab (perhitungan)
e. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu bahagia ketika berbuka dan ketika bertemu Allah diakhirat.
f. Bau mulut orang yang berpuasa lebih baik bagi Allah Subhanallahu wa Ta’ala daripada aroma misik (kesturi)
Hal tersebut di atas sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Setiap amalan Bani Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat. Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman: “Kecuali shaum (puasa). Maka sesungguhnya ia (puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya; dia (hamba) meninggalkan syahwat dan makannya karena Aku. Dan bagi orang yang puasa ada dua kebahagiaan yaitu ketika berbuka dan bertemu Rabbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada aroma misik.” (HR. Muslim no. 1945)
g. Shaum (puasa) dan Al Qur’an memberi syafa’at (dengan izin Allah) bagi pelakunya
Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Shiyam (puasa) dan Al Qur`an keduanya memberi syafa’at bagi hamba pada hari kiamat. Shaum berkata: “Wahai Rabbku aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at padanya.’ Dan Al Qur`an berkata: “Aku telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at padanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam melanjutkan: “Maka keduanya (shaum dan Al Qur`an) diizinkan untuk memberi syafa’at.” (HR. Ahmad no. 6337)
h. Pintu Al Jannah (surga) “Ar Rayyan” dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa.
Termasuk salah satu keutamaan shaum (puasa) Ramadhan, Allah Subhanallahu wa Ta’ala jadikan bagi mereka yang berpuasa pintu khusus untuk mereka di Al Jannah (surga) yang diberi nama Ar Rayyan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Sahl bin Sa’d radliyallahu ‘anhu, beliau ` bersabda:
“Sesungguhnya di Al Jannah (surga) ada sebuah pintu yang disebut Ar Rayyan. Pada hari kiamat kelak orang-orang yang berpuasa akan memasuki Al Jannah melalui pintu ini. Tidak seorang pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Dikatakan (kepada mereka): ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’, maka mereka bangkit (dan masuk). Tidak seorang pun selain mereka masuk melalui pintu ini. Ketika mereka telah memasukinya, ditutuplah pintu tersebut, maka tidak seorang pun bisa memasukinya.” (HR. Al Bukhari no. 1763 dan Muslim no. 1947)
Dalam riwayat yang lain: “Maka apabila telah masuk orang terakhir dari mereka, ditutuplah pintu tersebut. Dan barangsiapa yang masuk dia akan minum dan barangsiapa minum, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1903)
2. Shalat Tarawih
Di antara ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, terkhusus di bulan Ramadhan, adalah shalat tarawih. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa menegakkan shalat (Tarawih) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala hanya dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Dan yang lebih utama, shalat tarawih dilaksanakan secara berjamaah menurut mayoritas ulama, seperti Al Imam Asy Syafi’i, Al Imam Abu Hanifah, Al Imam Ahmad, sebagian ulama Malikiyah, dan yang lainnya. (Lihat Syarah Shahih Muslim).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya barangsiapa mendirikan shalat bersama imam (secara berjamaah) hingga selesai ditulis baginya seperti shalat semalam suntuk.” (HR. At Tirmidzi)
3. Qira’atul Qur’an (membaca Al Qur’an)
Hendaknya orang yang sedang menunaikan ibadah puasa menyibukkan dirinya dengan ibadah-ibadah yang lainnya, seperti dzikir, qira’atul Qur’an, shadaqah, dan berbuat baik kepada orang lain. Demikianlah yang dicontohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagaimana dikisahkan oleh Ibnu ‘Abbas radliyallahu ‘anhuma:
“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling bersemangat terhadap kebaikan. Dan (beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam) lebih bersemangat (dibanding biasanya-pen) ketika Malaikat Jibril ‘alaihissalam datang menemuinya di bulan Ramadhan. Dan Malaikat Jibril ‘alaihissalam biasa menemui beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam membacakan kepadanya Al Qur`an. Maka ketika Jibril ‘alaihissalam menemuinya, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam lebih bersemangat terhadap kebaikan (lebih kencang) daripada angin yang berhembus.” (HR. Al Bukhari no. 1769)
Bulan Ramadhan disebut juga Syahrul Qur’an (bulan Al Qur’an), karena di bulan tersebut Al Qur’an diturunkan. Maka perbanyaklah membaca Al Qur’an sambil merenungi kandungannya, serta tanamkan di hati bahwa dirinya sedang membaca Kalamullah (firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala).
4. Memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa
Kaum muslimin rahimakumullah, seorang muslim yang diberi keutamaan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dari sisi rizki hendaknya memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk membantu saudaranya yang kekurangan, walaupun sekedar memberi makanan berbuka untuk mereka, karena keutamaan memberi makanan berbuka orang yang berpuasa sangat besar nilainya di sisi Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Barangsiapa memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Akan tetapi bukan berarti dirinya tidak mengapa meninggalkan puasa (tidak berpuasa), cukup memberi makanan berbuka sudah mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, maksudnya bukan demikian. Semoga Allah Subhanallahu wa Ta’ala menerima amalan-amalan kita dan mengampuni dosa-dosa kita semua. Amin Ya Mujibas Sailin.
Wallahu A’lam Bishshawab
Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 33 / VIII / VIII / 1431
sumber : http://www.assalafy.org/mahad/?p=527#more-527

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in.
Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]
Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[2]
Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [3]
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]
Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”.[7] An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8] An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”[9]
Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!
Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan sholih di bulan Ramadhan.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

[1] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179.
[2] HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
[3] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.
[4] Tafsir Ath Thobari, 21/6.
[5] Zaadul Masiir, 7/336-337.
[6] HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.
[7] HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[8] Al Majmu’, 6/375.
[9] Idem.

Profesor Brook adalah ketua riset internasional tentang ekologi global dan konservasi biologi. Dia mendirikan yayasan Sir Hubert Wilkins Chair of Climate Change dan merupakan Pimpinan dari Institut Riset tentang Perubahan Iklim dan Keberkelanjutan pada Universitas Adelaide.

Dia telah menerbitkan dua buku dan lebih dari 100 karya ilmiah dalam berbagai aspek dari dampak manusia terhadap lingkungan alamiah dan keanekaragaman hayati. Dia telah dianugerahi Medali Fenner oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Australia, Medali Edgeworth David oleh Lembaga Kerajaan New South Wales, dan Medali H.G. Andrewartha oleh Lembaga Kerajaan Australia Selatan. Profesor Brook didaftarkan oleh Cosmos sebagai salah satu dari 10 ilmuwan muda teratasAustralia. Profesor Brook menekankan perlunya menyadari gas metana sebagai penyebab utama dari gas-gas rumah kaca.

Profesor Barry Brook: Metana adalah suatu gas rumah kaca yang menarik; banyak orang mungkin tidak pernah mendengarnya, tetapi itu sebenarnya adalah gas rumah kaca kedua yang paling berbahaya dalam kontribusi total manusia terhadap perubahan iklim.

Setiap orang mungkin telah mendengar tentang gas CO2. Metana adalah gas rumah kaca lain yang mempunyai dampak besar dan terutama yang paling penting dalam jangka waktu yang lebih pendek. Metana diproduksi terutama oleh hewan-hewan mamalia dan juga terlepaskan dari simpanan bahan bakar fosil, seperti tambang batu bara dan gas. Api-api tersebut yang kita lihat misalnya pada puncak sumur minyak adalah kobaran api dari metana yang terbakar. Jadi metana sebenarnya adalah gas alam juga, yang akan kita bakar untuk menghangatkan air dan lain-lain.

Profesor Barry Brook: Saya telah melakukan beberapa pekerjaan baru-baru ini dengan beberapa rekan yang menunjukkan bahwa ternyata kontribusi Australia akan pemanasan global lebih banyak berkaitan dengan metana, setidaknya dalam jangka pendek, daripada dengan yang lainnya. Dan bahkan lebih daripada itu, lebih berkaitan dengan metana yang dihasilkan oleh hewan-hewan mamalia, misalnya sapi, domba, dan kambing .

Sebagai bagian dari proses pencernaan mereka yang alami, mereka memproduksi metana; mereka memamah biak, mereka mempunyai perut kedua, dan di dalam perut itu terdapat bakteri yang menghancurkan selulosa di dalam rumput untuk melepaskan energi. Proses tersebut yang dikenal dengan proses anaerob, jadi dalam kondisi tanpa oksigen dan proses tersebut menyebabkan pelepasan gas metana, terutama melalui sendawa.

Sekarang, karena gas itu adalah gas rumah kaca yang demikian kuat, gas tersebut mempunyai efek yang tidak sebanding terhadap perubahan iklim. Tetapi kebanyakan dampaknya timbul selama periode waktu yang agak singkat, 10 atau 20 tahun, hampir semua metana akan hilang.
Tetapi jika Anda melihat selang waktu periode itu dan untuk setiap ton metana yang terlepaskan, hal itu setara dengan pelepasan 72 ton gas karbon dioksida.

CH4 = 72 * CO2

Jadi hal itu merupakan hantaman yang sangat besar. Maka untuk mengungkapkannya dengan kata-kata, industri peternakan, sapi dan domba Australia, sekarang ini melepaskan kira-kira 3 juta ton metana per tahun.

Hewan Ternak Australia = 3 juta ton metana per tahun. * 72 = 216 juta ton CO2

Pembangkit listrik tenaga batu bara Australia = 180 juta ton CO2

Padahal pembangkit listrik tenaga batu bara kita melepaskan sekitar 180 juta ton CO2. Jadi terdengar seakan-akan pembangkit listrik tenaga batu bara yang berkontribusi lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan ternak kita terhadap pemanasan global.

Tetapi jika Anda berpikir bahwa metana 72 kali lebih berdampak daripada CO2 selama selang waktu 20 tahun, maka selama dua dasawarsa berikutnya, jumlah ini Anda kalikan 3 dengan 72. Cukup mudah untuk menemukan bahwa industri ternak sapi dan domba kita sebenarnya lebih berkontribusi terhadap pemanasan global dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batu bara kita selama periode tersebut. Jadi hal tersebut adalah kenyataan yang sangat kurang dipedulikan di Australia.

SupremeMasterTV: Apakah menurut Anda bahwa metana tidak begitu dipedulikan oleh pemerintah sekarang ini?

Profesor Barry Brook: Ya, Saya pikir itu terlihat agak jelas. Jika kita melihat pada gas-gas rumah kaca yang berbeda, masing-masing mempunyai kontribusi yang berbeda terhadap pemanasan global. Jadi kita membutuhkan beberapa metode untuk menstandardisasikannya. Metode dasar yang digunakan oleh Panel Antar-Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) adalah dengan merata-ratakan semuanya dalam selang waktu 100 tahun.

Tetapi untuk metana, sesungguhnya agak tidak berguna, karena hampir semuanya hilang setelah 20 tahun. Jadi kita telah menghitung semua kontribusi jangka pendek dan merata-ratakannya untuk selang waktu 100 tahun untuk membuatnya sangat sedikit dibanding dengan yang seharusnya. Jadi, jika kita melihat pada laporan-laporan ini mereka akan menyarankan bahwa gas itu kira-kira memiliki dampak 25 kali lebih besar dari CO2.

Tetapi sebenarnya ketika berada di atmosfer, gas itu memberi dampak 72 kali lebih besar dan membuat sebuah perbedaan yang besar. Jadi menurut saya, jika kita ingin serius tentang pengurangan emisi kita, kita harus menghitung emisi peternakan dan kita harus, yang terpenting, menghitung kontribusi terbesar Australiadalam jangka pendek juga.

SupremeMasterTV: Jadi jika kita ingin ada pengaruhnya terhadap peternakan, dengan menghapus peternakan secara bertahap, akankah hal tersebut memberikan tambahan waktu ditambah teknologi CO2?

Profesor Barry Brook: Ya, karena metana mempunyai dampak yang sangat kuat, tetapi dalam jangka pendek, ironisnya, kita bisa melakukan sesuatu tentang hal itu dengan lebih cepat dibandingkan dengan CO2. Jadi walaupun hal tersebut benar-benar penting sekarang, itu adalah sesuatu yang benar-benar dapat kita hilangkan emisinya dengan sangat cepat. Dengan alasan yang tak ada kaitannya dengan perubahan iklim, misalnya, populasi domba Australia menurun dari sekitar 190 juta menjadi kurang dari 100 juta sejak 1992.

Hal tersebut mempunyai dampak besar pada emisi metana Australia. Hal tersebut memberikan kita sebuah contoh tentang betapa cepatnya kita dapat melakukan perubahan tersebut, pada dasarnya membagi dua emisi yang dihasilkan oleh domba Australia. Tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa melakukannya pada sapi juga. Padahal untuk mengubah infrastruktur masyrakat, misalnya dari pembangkit listrik tenaga batu bara menjadi bentuk energi alternatif, selain membutuhkan penerapan yang sangat cepat, juga membutuhkan pergantian modal infrastruktur yang besar, hal yang biasanya cenderung terjadi. Saya pikir, secara ekonomi lebih sulit.

Padahal, dengan mengurangi jumlah sapi di Australia adalah sesuatu yang dapat dilakukan dengan cepat, hanya beberapa tahun dan mempunyai dampak besar terhadap pemanasan global.

SupremeMasterTV: Saya ingin berbicara dengan Anda tentang ulasan yang Anda lakukan bersama Geoff Russell. Yang berjudul, “Jejak Karbon dari Daging”. Dapatkah Anda menjelaskan pada kami tentang hal itu?

Profesor Barry Brook: Ya, Ini adalah suatu penelitian yang kami lakukan, yang meneliti tentang dampak relatif dari mengkonsumsi daging sapi terhadap emisi CO2 dari setiap keluarga jika dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan mereka yang lainnya yang diduga oleh kebanyakan orang sebagai kegiatan yang berkontribusi lebih besar terhadap pemanasan global. Contoh yang kami gunakan adalah, katakanlah Anda mempunyai kendaraan roda empat, sebuah mobil Ford Territory.

Jadi mobil itu mengeluarkan sekitar 17 ton emisi CO2 untuk merakit mobil itu lalu menjalankan mobil itu mungkin mengeluarkan sekitar 200 gram CO2 per kilometer. Jadi, kita bisa melakukan perhitungan berdasarkan hal itu, mungkin 60 kilogram CO2 setiap minggu jika kita mengendarai mobil Ford Territory, dan juga emisi yang keluar pada saat memproduksinya.

Jika kita mengkonsumsi apa yang disarankan oleh CSIRO,”Diet Sehat Total” untuk konsumsi daging sapi rata-rata setiap minggu, yaitu antara 3 sampai 5 kilogram, maka kita akan menemukan bahwa saat Anda melakukan perhitungan untuk gas metana, bahkan jika hanya menggunakan perbandingan standar, yaitu 25 kali lebih kuat dari CO2, dan ingat bahwa sebelum ini saya berkata bahwa benar-benar kita seharusnya membicarakan tentang gas yang 72 kali lebih berbahaya. Tetapi bahkan pada tingkat 25 kali lebih berbahaya, itu akan melepaskan sekitar 200 kilogram seminggu dibandingkan dengan 60 buah mobil Ford Territory kita.

Jadi kita hanya perlu untuk tidak mengkonsumsi daging dalam pola makan kita sekitar 5 tahun dan kita telah menutup emisi dari kendaraan roda empat itu; Itu adalah satu contoh. Cara lain untuk melihatnya adalah pada jumlah emisi yang dihasilkan oleh 1 kilogram bistik. Emisi yang ditimbulkan sangat kuat dalam kaitannya dengan metana, setara dengan empat kali jumlah emisi yang akan dilepaskan untuk memproduksi 1 kilogram aluminium, yang dianggap sangat memerlukan energi yang besar, dan menggunakan banyak energi listrik untuk memproduksi aluminium tersebut dengan proses elektrolisis.

Daging sapi, empat kali lebih tidak rumah lingkungan dibandingkan dengan memproduksi 1 kilogram aluminium, daging sapi merupakan penyumbang yang jauh lebih besar daripada mengendarai kendaraan roda empat. Ini adalah fakta yang benar-benar kurang dipedulikan, maka itu berarti bahwa kita perlu sadar akan iklim dalam kaitannya dengan pola makan kita, karena terdapat beberapa dampak dalam gaya hidup kita yang akan memberi pengaruh yang jauh lebih besar terhadap pemanasan global dibandingkan dengan yang lainnya dan orang-orang sebenarnya tidak memahami hal-hal tersebut.

SupremeMasterTV: Dalam kaitannya dengan air yang mereka gunakan untuk menghasilkan daging sapi. Dibutuhkan banyak sekali air untuk hal itu. Dapatkah Anda menjelaskan pada kami mengenai hal tersebut?

Profesor Barry Brook:Ya, memang, amat banyak air yang digunakan untuk memproduksi 1 kilogram daging sapi dan juga amat banyak air yang digunakan untuk memproduksi produk susu.

Banyak produk susu di Australia dikerjakan di darat yang sebenarnya tidak layak untuk produk susu kecuali untuk irigasi pertanian. Jadi ini adalah air yang diambil dari Murray dan disemprotkan ke padangrumput yang luas untuk menghasilkan padang rumput yang hijau agar bisa memproduksi susu yang baik. Tetapi air tersebut amat dibutuhkan di Adelaide, sehingga mematikan Coorong, misalnya, karena tidak mendapatkan cukup aliran air.

Air ini disemprotkan ke padang hijau Victoria Barat untuk memproduksi susu. Sama sekali bukanlah cara penggunaan air yang bijaksana. Jadi menurut saya, orang perlu melihat pada dampak keseluruhan dari hewan ternak untuk benar-benar mengetahui mengapa hal itu yang benar-benar buruk terhadap perubahan global. Sesungguhnya, melihat lebih jauh dari Australia, ke daerah tropis, salah satu penggerak utama dari penebangan hutan tropis, yang bertanggung jawab terhadap sekitar 20%, seperlima dari seluruh emisi CO2 yang dihasilkan manusia, disebabkan oleh penebangan hutan untuk memelihara ternak.

Jadi, sekali lagi, karena penebangan hutan, yang menyebabkan emisi CO2 secara langsung dengan menebangnya, membakarnya, kebanyakan dengan membakar pohon-pohon itu lalu ketika sapi-sapi berada di sana, mereka menghasilkan gas metana yang lebih banyak juga.

Jadi tidak diragukan lagi bahwa hewan ternak mempunyai bayangan panjang dan sesungguhnya itu adalah judul dari laporan yang dikeluarkan oleh PBB tahun lalu yang meninjau dampak keseluruhan dari hewan ternak terhadap perubahan global. Itu benar-benar mendalam dan menyentuh.

SupremeMasterTV: Apakah menurut Anda, pemerintah kita seharusnya bertindak lebih banyak dengan memberitahu orang-orang mengenai bagaimana mereka dapat ikut berperan serta secara individu dalam membantu menanggulangi krisis yang melanda planet kita?

Prof Brook: Saya pikir, dengan mengeluarkan peternakan dari perhitungan, mengirimkan signal yang salah karena hal itu membebaskan sebuah sektor dalam masyarakat dari upaya pengurangan gas-gas rumah kaca, dimana kenyataannya setiap sektor dalam masyarakat perlu berkontribusi, jadi itu hanyalah memindahkan beban ke bagian lain dari masyrakat. Dan tidaklah dengan jujur mengakui dampak tersebut, dampak lingkungan yang diberikan ternak terhadap Australia. Orang-orang sering membicarakan tentang perubahan iklim sebagai hal yang memiliki dampak jangka panjang dan apa yang akan ia akbatkan sebelum berakhirnya abad ini. Kita mengamati dampak, seperti hilangnya es musim panas Arktik, berkembangnya sistem cuaca tropis, kemarau yang sangat parah di bagian Sahara Afrika dan yang sesungguhnya terjadi juga di Australia.

Jenis-jenis dampak yang kami ramalkan untuk 20, 30, 50, 100 tahun mendatang sedang terjadi sekarang.

Dan juga terdapat risiko besar yang akan kita dimana kita akan melewati apa yang kita ketahui sebagai titik ungkit dalam sistem AS, dimana kita akan mulai mengalami perubahan iklim yang tak terkendalikan, atau setidaknya perubahan iklim yang amat dipercepat oleh perubahan pada sistem Bumi.

Kita berada pada titik ungkit genting dan titik ungkit lingkungan yang menentukan sekarang ini. Sekarang adalah waktunya untuk bertindak. Hal ini sangat mendesak.

Sumber: http://www.perubahaniklim.net/Metana-74-Kali-Lebih-Panas-daripada-CO2.htm

Sepanjang hari  heboh penemuan candi bawah laut yang disebut-sebut berada di antara Laut Jawa dan Bali. Bahkan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berjanji menurunkan tim untuk mengecek benar-tidaknya kabar tersebut meski sempat meragukan kebenarannya.


Namun, misteri candi bawah laut tersebut kini telah terpecahkan. Candi tersebut memang benar ada, tepatnya di daerah Pemuteran, perairan Bali utara. Namun, candi tersebut bukanlah peninggalan arkeologis melainkan candi buatan yang sengaja dibangun di kawasan konservasi terumbu karang.

Hal tersebut dikatakan Paul M Turley, pemilik Sea Rover Dive Center yang mengambil foto-foto kontroversial tersebut, seperti dilansir situs the Jakarta Globe. Candi buatan yang diberi nama Taman Pura itu dibangun mulai tahun 2005 pada kedalaman 15-29 meter.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari proyek konservasi terumbu karang Reef Gardiners yang mendapat dukungan dana dari Australian Agency for International Development (AusAid). Di sana terdapat 10 patung dan sebuah struktur candi yang kini sudah diselimuti karang.

Sumber: sains.kompas.com
Ahli gletser yang terkenal secara internasional Dr. Bernard Francou dari Institut Penelitian untuk Perkembangan (IRD) di Prancis telah mempelajari glasier dari Gunung Andes selama lebih dari 20 tahun.
Mengetahui dari tangan pertama pencairan cepatnya, ia menyatakan dalam wawancara baru-baru ini bahwa jika pemanasan iklim dari dekade lalu berlanjut, ini akan fatal bagi banyak gletser Andes. Hingga awal abad ke-20, garis salju permanen di Gunung Andes telah stabil di sekitar 4.750 meter di atas permukaan laut, surut hingga 4.950 meter pada tahun 1975.
Tetapi, dengan percepatan pencairan baru-baru ini, garis salju 2010 telah berkurang hingga 5.100 m dengan glasier di seluruh Ekuador, Bolivia, Peru, dan Kolombia telah hilang antara 30 dan 40% dari volumenya dalam 35 tahun lalu. Dengan glasier hilang dari suplai air utama di daerah itu.
Memahami daruratnya perubahan iklim, Dr. Francou mempunyai pesan singkat: “... Iklim adalah tanggung jawab kita! Kita harus melakukan segalanya yang kita bisa untuk membalik tren ini... Setiap orang, dari apa yang mereka bisa.”
Dr. Francou dan rekan-rekan dari Institut Penelitian untuk Pembangunan, kami senang atas penelitian penuh dedikasi Anda serta panggilan untuk bertindak. Mari kita cepat bergabung melakukan apa pun yang memungkinkan melalui pilihan hidup kita untuk mendinginkan planet.
Peduli dengan kesejahteraan kita, Maha Guru Ching Hai mendiskusikan glasier Andean selama konferensi Sepetember 2009 di Peru, serta memberi saran untuk mengatasi masalah regional dan global secara langsung dari pencairan es.
Maha Guru Ching Hai: Peru adalah rumah bagi 70% dari seluruh jangkauan gletser Andean, dengan puncak-puncak yang memasok air dan tenaga air bagi rakyat negara itu; akan tetapi, ini semua diduga akan menghilang pada tahun 2015, tinggal beberapa tahun lagi. Berkurangnya persediaan air telah menyebabkan ketegangan yang semakin tinggi dan bahkan konflik yang meledak karena banyak orang, termasuk para petani yang tak beruntung, tak punya suplai air yang cukup atau bergulat untuk mendapatkan bagian mereka.
Jadi mohon, sebelum situasinya menjadi lebih tak terkendalikan – mari kita pilih pola makan vegan. Dampak masa depan akan sangat berkurang. Setelah itu barulah kita memiliki situasi yang bisa dikendalikan. Jadi bervegan, bertindak hijau, agar kita semua bisa menyelamatkan planet ini.

Sumber: Perubahan Iklim.com
Salah satu isu yang masih hangat pada 2008 ini adalah perubahan iklim. Bergulirnya isu tersebut membuat orang di dunia berbondong-bondong memperbaiki gaya hidupnya.
Perubahan iklim telah menyebabkan kerusakan alam yang miris, seperti mencairnya es-es abadi di Kutub Utara. Sejumlah ahli di dunia bahkan memprediksi lapisan es abadi di Kutub Utara mungkin hilang sama sekali tahun ini.
Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah. Banjir mengancam kawasan pesisir seluruh dunia. Kenaikan suhu atmosfer juga ditengarai memicu badai makin sering dan kuat sehingga meningkatkan risiko ancaman kerusakan.
Untuk mencegah hal tersebut bisa dilakukan dengan sederhana asal disadari semua orang. Pakar iklim dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), salah satu badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Rajendra Pachauri, berhasil menemukan hal yang sangat sederhana untuk memperlambat efek perubahan iklim di dunia.
Menurut dia, mengurangi konsumsi daging dapat mereduksi efek tersebut. Dia mengatakan setiap orang harus rela meluangkan satu hari dalam seminggu, hidup tanpa asupan daging.
"Jangan makan daging satu hari dalam satu minggu secara rutin, itu akan mereduksi efek tersebut," ujarnya. Pria vegetarian berusia 68 tahun itu menuturkan diet ini sangat penting karena akan mengurangi jumlah ternak.
Sebab, menurut Badan Pangan Dunia (FAO), usaha peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca secara langsung sebesar 18 persen dari proses pengolahan hingga pemotongan serta gas buang ternak yang mengandung methan. Pengendalian ternak bakal memberikan dampak signifikan.
Sumber: Kompas
Berikut adalah 20 Atlet terkaya didunia versi Sport Illustrated ( Non US). Kekayaan kita berapa ya?......


1. Roger Federer, tenis, $61,768,110 atau Rp.558,049,470,479 
2. Lionel Messi, sepakbola, $44,000,000 atau Rp.397,521,904,120
3. David Beckham, sepakbola, $40,500,000 atau Rp.365,900,843,565
4. Cristiano Ronaldo, sepakbola, $40,000,000 atau Rp.361,383,549,200
5. Manny Pacquiao, tinju, $38,000,000 atau Rp.343,314,371,740
6. Ichiro Suzuki, baseball, $37,000,000 atau Rp.334,279,783,010
7. Valentino Rossi, MotoGP, $35,000,000 atau Rp.316,210,605,550
8. Yao Ming, basket, $34,378,325 atau Rp.310,594,027,601
9. Rafael Nadal, tenis, $27,466,515 atau Rp.248,148,666,871
10. Lewis Hamilton, F1, $26,700,000 atau Rp.241,223,519,091
11. Kaka, sepakbola, $25,100,000 atau Rp.226,768,177,123
12. Thierry Henry, sepakbola, $24,000,000 atau Rp.216,830,129,520
13. Dirk Nowitzki, basket, $23,795,714 atau Rp.214,984,489,526
14. Kimi Raikkonen, reli, $23,600,000 atau Rp.213,216,294,028
15. Jenson Button, F1, $23,100,000 atau Rp.208,698,999,663
16. Ronaldinho, sepakbola, $23,000,000 atau Rp.207,795,540,790
17. Fernando Alonso, F1, $22,600,000 atau Rp.204,181,705,298
18. Carlos Tevez, sepakbola, $20,500,000 atau Rp.185,209,068,965
19. Miguel Cabrera, baseball, $20,250,000 atau Rp.182,950,421,782
20. Maria Sharapova, tenis, $19,923,619 atau Rp.180,001,703,678


Sumber: mamanabila.com

Followers

Recent Posts

Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Download